Di Radio…

Pagi kemarin, sembari mengerjakan beberapa hal, aku memilih siaran Pro3-RRI yang biasanya berisi berita-berita up-to-date di dalam dan luar negeri. Sang penyiar sedang menyapa seorang narasumber, belakangan aku ketahui, seorang tokoh ekonomi Indonesia sekaligus Guru Besar UI, Bapak Sri Edi Swasono. Yang sedang dibahas adalah pengaruh krisis ekonomi global bagi indonesia. Hmm, tampak menarik pikirku. Tampaknya si krisis ini sedang menjadi buah bibir di berita2, tapi kok aku belum begitu ngeh ya. Jadi penasaran. Aku pantengin deh…

Wah, ternyata komentar2 Pak Edi cukup ‘pedas’. Beliau mengkritik pemerintah yang terlihat lebih membela pasar bebas ketimbang rakyat. “Hampir semua kebijakan yang diambil cenderung untuk menyelamatkan ekonomi global dan korporasi2 raksasa. Padahal saat negara ini dideklarasikan, ekonomi negara ditujukan untuk mensejahterakan rakyat, bukan demi pasar bebas,” ungkapnya dengan semangat ’45.

Pihak importir juga beliau kritik karena bertanggung jawab atas masuknya barang-barang luar negeri yang murah ke Indonesia. Sebagai contoh adalah beredarnya batik cina dengan harga yang begitu murah sehingga menggeser pasar batik dalam negeri. Bahkan kata beliau, ” importir yang memasukkan susu beracun seharusnya meminta maaf kepada rakyat.”

Yang paling penting sebenarnya sikap kita dalam menghadapi masalah ini. Tidak perlu panik dengan memborong dolar atau menimbun barang2. Tetap optimis bahwa semuanya akan baik-baik saja, sambil membiasakan diri mencintai produk dalam negeri. Mungkin terdengar klise, tapi itu adalah salah satu upaya agar uang yang kita miliki tetap berputar di dalam negeri. Beliau memilih untuk membeli 15 pisang rebus dari Mang penjaja grobak daripada jajan di warung waralaba multinasional.

Hmm, memang berbelanja di supermarket2 itu lebih praktis dan nyaman. Tapi ada baiknya mencoba berjalan ke Pasar Simpang Dago, dan membeli beberapa kebutuhan di sana. Seru juga ternyata. Lho, tiba-tiba kangen jajanan pasar. Yuk ah…

7 comments so far

  1. Donny Reza on

    Aiy itu dia salahnya, mestinya dollar jangan sampai diborong … nanti kurs rupiah terhadap dollar gk naek2. Ini jg masalah besar ternyata, lebih milih menikmati dollar daripada lihat indonesia maju😦

  2. indz on

    Duh topiknya berat, n0 komen dl. Pengen munculin batang hidungku aja lama ga ktmu neh hehe

  3. Zulfikar on

    sebenarnya kalo mau ngeborong jangan dollar sih, soalnya dollar juga tidak stabil, karena belakangan terlihat bahwa sistem ekonomi kapitalis itu ternyata bobrok kan.

    yang stabil itu dinar sama dirham. silahkan buka site nya di http://www.geraidinar.com

  4. Chimod on

    Duh rajin dengerin radio RRI hehe, topikna berad, beda banget sama blognya saiah yang kebanyakan nyampah kali ya. Lam kenal😀

  5. fani ferdiana on

    nojleee…..

    deu… yg mulai hobi belanja d pasar😀

  6. fani ferdiana on

    nojleee…..

    deu… yg mulai hobi belanja d pasar😀

  7. just2live on

    Hmm, berat lah ibu yang satu ini…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: