Sore itu

seperti yang sudah direncanakan, kita kan bertemu di pertigaan
dan lagi-lagi aku telat, kau sudah tiba di sana
panggilanmu mengingatkanku untuk segera beranjak
meninggalkan lingkaran yang dihiasi oleh tangisan mungil tak berdosa itu (*duh, betapa aku akan sangat merindukannya*)

setibanya di sana, kulihat sosokmu
semakin ringkih, semakin tua,
kerut di dahimu jelas bertambah, mungkin sebagian besar gara-gara ulahku
kucium tanganmu yang tak kenal lelah berkarya

sepanjang jalan, kau setia mendengar ocehanku tentang masa depan (?) yang selalu berganti.
ucapmu, “inilah hari yang sangat kunanti”
betapa sederhananya cintamu.

aku pun terlelap.

7 comments so far

  1. inoex135 on

    Hem… jangan lupa salamin ya…
    mohon maaf jikalau selama ini pernah berbuat salah baik sikap maupun kata…

    btw di hari fitri dengan theme baru ya?😀

  2. gandhi anwar sani on

    hm, subhanalloh.. indah ya? terenyuh… :((

  3. gandhi anwar sani on

    oh iya maf lahir bathin… baca we di blog, af1 ga bisa ngsms…😀

  4. aniskamilah on

    subhanallah, ya bersyukurlah ketika kita bisa memaknainya

  5. cememet on

    mantap kalipun kk :d

    boleh nangis tak awak ini😕

  6. kceydloaz on

    dare ga?

  7. indz on

    oo jadi ini cerita tentang masa depan (‘?’) mu ya nov😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: