Bintang di surga…

Amplop lecek yang kamu berikan itu dihiasi tulisan tangan (sepertinya tulisanmu):

Nyungken(minta) sumbangan ti Ibu/Bapak kanggo(untuk) biaya sakola. Semoga bantuan Ibu/Bapak di bales ku Alloh SWT. Hatur nuhun.

Ah, ini kan jam sekolah bagimu. Mungkin kamu masuk siang, pikirku. Ato jangan-jangan, sekolah mengeluarkanmu karena menunggak SPP sekian lama. Entahlah… Yang paling penting, aku berharap kamu masih bisa menikmati masa-masa sekolah bersama teman-teman sebayamu. Berlari, bermain di lapangan sekolah saat istirahat tiba, bukan berlari-lari di jalan yang ramai demi sekeping uang receh.

Terimakasih atas pertemuan itu. Kamu mengingatkanku bahwa sudah sepantasnya aku bersyukur atas semua kemudahan dalam hidupku. Dan tentunya tetap bersemangat sampai titik terakhirku, seperti dirimu yang selalu berusaha mempertahankan hidup dengan keringat dan kelelahanmu.

Dan temanmu pun bernyanyi dengan gitar kecilnya:
Bagai bintang di surga…

Mungkin, memang bagai bintang di surga cita-citamu untuk bersekolah dg nyaman. Tapi aku yakin, akan selalu ada balasannya bagi dirimu yang selalu berusaha.

9 comments so far

  1. inoex135 on

    masih berpikir positif tentang orang lain, baguslah…

    menurutmu kalo anak itu disekolahkan mau ga ya??

  2. taufik on

    wah sama!, ada yg seperti ini kmrn2..
    malah kk sempet nanya, de, sekolah dimana?
    “cimindi” sahutnya.. itu daerah cimahi..
    yup kita harus banyak bersyukur, bgitu banyak nikmat yg diberi
    btw belum kebayang bintang deh di syurga itu gmn😛
    syurganya jg blm kita rasakan…
    ya mudah2an kita masuk sana amin…
    (yes akhirnya coment pertama:P)

  3. taufik on

    yah kduluan wisnu ternyata😛 (jadi yg kedua)

  4. cememet on

    ada apa ini kok dulu2an ngasih komen…?

    si sayah urutan ke-sekian sajah tidak apa apah…😐

  5. ceritanovi on

    @inoex135 : ada kemungkinan mereka ga mau krn terbiasa dg kehidupan seperti itu, tp aku yakin jau..h dlm hatinya, mereka pny keinginan utk bersekolah dg nyaman.
    @k’taufik: bintang di surga? wallahu a’lam.

  6. ndinndun on

    iya,,banyak yang seperti itu,,,
    blognya t’ novi menggugahkan jiwa niyh ^^

  7. fitrasani on

    eh, novi jd ingat minggu lalu mau ke leuwi panjang di bis ada anak2 ngamen..bagus sih nyanyinya, niat banget lah…trus aq terharu bgt deh…tapi baru saat itu aq nyadar kl mis. aq kasi uang ke dia entar dia malah kesukaan kerja. keterusan nyanyi dan gk sekolah..wuih aq bru kepikiran saat itu..selama ini pdhl aq lebih mudah ngasih pengamen yg masih kecil daripada dewasa…huh dilema

  8. ceritanovi on

    @ndinndun : iya ndin, bnyk bgt. apalagi di sini -Jakarta-
    @fitra : yup, ak jg suka mikir kyk gitu. solusi konkritnya sih, sekolah full gratisan buat mereka.

  9. curhatanku on

    aku juga dilema, kadang pengen ngasih uang tapi takutnya ntar dianya keterusan tapi kalo ga dikasi, ehmmm..ya gitulah
    Nov, cerita mu mengingatkanku betapa Allah menyayangiku, maafkan hambaMu yang lalai ini ya Allah, aku rindu pada sajadah biru di waktu sepertiga malam ketika aku bertemu denganMu, aku rindu ramadhanMu ya Allah, insya Allah yang aku tulis memang muncul dan ada dalam hati ku ya Allah.

    duh, aku jadi curhat
    Nov, ceritamu selalu aku tunggu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: