<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cerita novi &#187; makanan tradisional</title>
	<atom:link href="http://ceritanovi.wordpress.com/tag/makanan-tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritanovi.wordpress.com</link>
	<description>semoga tidak sia-sia...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2009 10:51:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ceritanovi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d6384c77b683bc45bc6fa27a15834440?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cerita novi &#187; makanan tradisional</title>
		<link>http://ceritanovi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ceritanovi.wordpress.com/osd.xml" title="cerita novi" />
		<item>
		<title>Cerita(nya) dari Gasibu&#8230;</title>
		<link>http://ceritanovi.wordpress.com/2008/07/25/ceritanya-dari-gasibu/</link>
		<comments>http://ceritanovi.wordpress.com/2008/07/25/ceritanya-dari-gasibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 21:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[gasibu]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kaget]]></category>
		<category><![CDATA[minggu]]></category>
		<category><![CDATA[makanan tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritanovi.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Setelah empat tahun numpang hidup di Bandung, kesampean juga pergi ke Gasibu untuk liat-liat pasar kagetnya. Pernah sih, ke Gasibu tapi bukan pas hari Minggu. Rata-rata, gini komentar teman: &#8220;Ha? Belum pernah ke pasar Gasibu? Kemana aja selama ini??&#8221; Akhirnya, tepat dua bulan yang lalu, di hari pertama kenaikan resmi BBM, saya pergi ke sana. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritanovi.wordpress.com&blog=1033037&post=76&subd=ceritanovi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah empat tahun numpang hidup di Bandung, kesampean juga pergi ke Gasibu untuk liat-liat pasar kagetnya. Pernah sih, ke Gasibu tapi bukan pas hari Minggu. Rata-rata, gini komentar teman: &#8220;Ha? Belum pernah ke pasar Gasibu? Kemana aja selama ini??&#8221; Akhirnya, tepat dua bulan yang lalu, di hari pertama kenaikan resmi BBM, saya pergi ke sana. Sudah agak siang dan memang ga niat belanja apapun.</p>
<p style="text-align:left;">Wuih, memang bikin pusing ini pasar. Banyak banget orang, yang jualannya macem-macem, semua <em>tumplek blek</em> di sini. Pengamennya juga macem-macem, mulai dari yang bawa gitar gonjreng2 sampai rombongan topeng monyet. Karena hari mulai siang, ternyata niat saya untuk tidak jajan dikalahkan oleh seorang penjual makanan tradisional. Ibu Nia namanya, berusia sekitar 40 tahun. Dia masih bertahan menjajakan dagangannya walau hanya beralas terpal dan beratap langit biru. Udara semakin panas seiring matahari yang semakin tinggi. “Silakan Neng, dicoba. Hanya seribuan. Ada getuk, awug, puli, gurandil, jiwel,” tawarnya.<br />
<img class="aligncenter" src="http://ceritanovi.files.wordpress.com/2008/07/p8130036.jpg?w=320&#038;h=200" alt="" width="320" height="200" /></p>
<p><span id="more-76"></span><br />
Setelah sapa-sapa bentar, Ibu Nia cerita dia berasal dari daerah Pasir Koja. Sudah sekitar satu tahun ini dia mencoba mengadu nasib di Gasibu setiap hari Minggu. Ibu Nia biasa berangkat dari rumahnya sekitar pukul empat pagi bersama dengan rombongan pedagang lainnya yang satu daerah. Mereka biasanya menyewa beberapa angkutan kota. Saat ditanya tentang kenaikan harga BBM, Ibu Nia menjawab, “Kalau angkot tadi pagi belum naik, tapi kalau bahan-bahan sudah naik beberapa minggu yang lalu.” Yang unik adalah raut mukanya selalu dihiasi senyum, serasa tidak ada kekhawatiran karena beban kehidupan yang semakin berat. “Neng, Ibu <em>mah </em>belum kebagian dana bantuan itu lho, padahal di tempat lain katanya sudah. Sekarang <em>mah </em>sabar saja, semoga nanti masih kebagian,” begitu ujarnya saat ditanya tentang BLT yang kabarnya sudah didistribusikan kepada kelompok masyarakat kurang mampu.</p>
<p>Sehari-hari, Ibu Nia berjualan mie bakso di rumahnya. Di akhir pekan, setiap Sabtu malam, beliau selalu begadang untuk membuat makanan tradisional yang akan dijualnya di Gasibu. “Anak Ibu ada enam, lima putra, satu putri masih kecil. Jadi, belum bisa bantu-bantu. Akhirnya, Ibu sendiri yang membuat ini semua”. Biasanya Ibu Nia berjualan sampai tengah hari, sekitar pukul 11.30. Tidak jarang dagangannya masih tersisa. “Semalam sudah capek begadang, ternyata masih sisa. Kadang sedih juga sih, Neng. Tapi kan usaha, harus pantang menyerah.”</p>
<p>Ah, belum lama saya duduk di sana, sudah ada dua pemungut retribusi yang datang. Ibu Nia memberinya masing-masing lima ratus rupiah. “Biasanya sehari bisa sampai sepuluh pemungut karcis, untuk keamanan dan kebersihan,” ujarnya. Pungutan liar memang sudah menjadi semacam lagu lama bagi para pedagang kaki lima. Selain pemungut &#8216;retribusi&#8217;, ada juga peminta-minta yang datang.  Seorang pengemis diberinya sebungkus gurandil, penganan yang terbuat dari kanji dan dilengkapi dengan parutan kelapa. Meskipun penghasilannya dari pasar kaget ini tidak menentu, naik dan turun, ditambah pungutan yang semakin besar jumlahnya, Ibu Nia tidak pernah menyerah. Beliau selalu memiliki harapan bahwa setiap hari Minggu akan selalu ada rizki yang diperolehnya di Gasibu. “Semoga kondisi kita semakin baik ya, Neng…”</p>
<p>Ya, selalu ada harapan di Gasibu setiap hari Minggu bagi para pedagang, tukang parkir, pengamen, kelompok topeng monyet, sampai pemungut &#8216;retribusi&#8217;. Harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Bahkan, orang yang liat-liat dan jalan-jalan pun selalu menyimpan harapan untuk dapat menikmati berbagai barang dengan harga miring, sekaligus menikmati ruang publik multifungsi yang semakin jarang di kota Bandung ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritanovi.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritanovi.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritanovi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritanovi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritanovi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritanovi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritanovi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritanovi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritanovi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritanovi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritanovi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritanovi.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritanovi.wordpress.com&blog=1033037&post=76&subd=ceritanovi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritanovi.wordpress.com/2008/07/25/ceritanya-dari-gasibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72c0b23ed45534293dc7b5eb160b843?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritanovi.files.wordpress.com/2008/07/p8130036.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>