Archive for the ‘kehidupan’ Tag

Memulai dan Menjaga

Memulai memerlukan energi aktivasi yang besar. Selanjutnya, akan hadir semangat yang meletup-letup. Jika tidak hati-hati, setiap yang berlebihan itu tidak baik. Mungkin akan hadir ketidakseimbangan, lalu kebosanan pun menyerang. Sesuatu yang terasa istimewa di awal, lama-lama menjadi biasa-biasa saja. Waktu memang menakutkan, bisa mengubah segalanya namun tidak bisa mengembalikannya.

Menjaga juga memerlukan energi, tapi bentuknya berbeda dengan energi aktivasi. Hmm, mungkin harus lebih halus (emang gimana sih, bentuk energi yang halus?). Sedikit demi sedikit, tapi selalu ada. Perlu momen-momen sederhana untuk membuatnya selalu aktif, seperti: ibadah-ibadah sunnah. Semoga selalu terjaga dalam cinta kepadaNya.

-maaf, postingan ini sangat tidak jelas. nggremeng ora nggenah alias ngacapruk teu puguh-

Berhenti sejenak

Rutinitas, kesibukan, dkk kadang membawa kehampaan dan membuatku bertanya: “he, lagi ngapain sih aku ini?” Sangat mungkin, aku telah mengalami disorientasi (halah), menjadikan sarana-sarana yang ada sebagai tujuan akhir, jadinya lupa: sebenarnya aku mau ke mana.

Kemarin, aku memilih untuk berhenti sejenak sembari melakukan hal-hal di luar rutinitas. Mengevaluasi dan memastikan bahwa jalan yang kutempuh tidak salah. Merenung dalam perjalanan antarkota (kembali belajar tentang hakikat hidup), menemani adik mengerjakan PR-nya, dan tentu saja berbagi cerita dengan mereka yang telah beberapa waktu tidak kutemui.

Sepintas, memang seperti lari dari kenyataan. Semoga saja bukan pembenaran. Seharusnya, hari ini ada niat yang lebih baik untuk memulai kembali. Bismillahirrahmaanirrahiim. Semangat kawan!

Titipkan cita-citamu

seseorang berpesan: “titipkan cita-citamu”
dititipkan ke siapa?
kepada seorang yg kau percaya bisa meluruskanmu saat kau ingin berbelok.

istimewakah ia?
kemungkinan besar, iya.

sulit.
hanya tidak ingin melihatnya menangis saat aku terpaksa menyampaikan: “aku gagal”. ya, aku tahu: proses lebih penting dibandingkan hasil, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
tapi tetap saja sakit, dan aku pernah merasakannya. lebih sakit.

karenanya, untuk saat ini, biarkan aku menitipkannya hanya kepada Sang Pemilik Masa Depan.

Be stronger

Suatu hari, aku ym-an sama teman:

teman :”jadi malu setelah liat blognya x. isinya keren banget, jauh beda sama blog saya.”
novi : “lho, emang kenapa??”
teman :”ya, kualitasnya beda banget. jauuhh… blog kan mencerminkan kualitas hidup penulisnya nov.”
novi : “hmm, tapi punyamu juga keren kok.”
teman : “bohong…”
novi : “ya baguslah kalo ngerasa ga keren, kan jadi terpacu buat jadi lebih baik. btw, tiap orang punya jalan hidup masing-masing. ga usah ngerasa minder ato apapun lah, yang paling penting terus bersyukur dengan menjadikan segalanya jauh lebih baik.”
teman : “sip…”
novi :”ntar abi posting di blog ttg ini nya…”
teman : “boleh…”

Aku terlihat bijak di situ?? Padahal jujur, aku juga pernah ngerasa kayak teman itu. sering bahkan. Kok dia bisa hebat kayak gitu? ato, kok blog orang itu keren banget? jadi minder, ga pede, malu… Woiiii, bangun! semuanya ga bakalan selesei hanya dengan memendam perasaaan negatif itu. Setiap orang terlahir dengan potensi yang unik. Nikmati perjalanan ini dan jadilah lebih baik di hadapanNya.

Ya, tidak jarang musuh terbesar selama ini adalah diriku sendiri. Aku menang di saat aku berhasil menjadi lebih baik dan sebaliknya, aku kalah di saat aku berada pada titik yang sama atau bahkan lebih buruk dibandingkan sedetik, semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, sesemester, setahun yang lalu… Jadi keinget teriakan Lee di Naruto Shippuden saat melawan copy-an dirinya: “Be stronger than you of a minute ago, Be stronger than you of yesterday.”

Lebih kuat untuk menahan hawa nafsu, menghadapi ujian, dan mengejar harapan. Mo pilih jadi orang yang beruntung, merugi, ato celaka?

Senaaang ^__^

Alhamdulillah… hanya ingin berbagi, hari ini saya senaaaang sekali. idealnya, memang setiap hari, setiap detik, saya berucap syukur atas segala kesenangan yg mengalir. tapi hari ini, saya senang karena akhirnya hati saya terasa begitu hangat setelah musim dingin yang melanda (apa sih?). iya, kemaren2 hati saya sempat beku. susah sekali tersenyum, semuanya serba tidak beres. serasa jadi manusia paling payah. pokoknya, ngerasa paling merana dan sendirian di dunia.

Kalo udah kayak gini, jadi keinget sahabat lama. Tuh kan, inget kalo lagi sedih doank. Ini dia, salah satu sms pelipur lara:
cry, angry, bored, tired, hungry, dissapointed, confuse, sleepy, whatever u feel, Alloh will always b there for u =)

Saya tambahin ah : cry, angry, bored, tired, hungry, dissapointed, confuse, sleepy, happy, whatever u feel, Alloh will always b there for u =) Yup, dengan bersyukur semuanya menjadi sangat indah. Walau mungkin hanya diawali dengan bangun di pagi hari, dan melihat bahwa matahari masih bersinar. Itu bisa membuat hati saya semakin hangat ^__^

Sebenernya, alasan lainnya kenapa saya sangat senang hari ini adalah salah seorang teman telah memutuskan untuk berjilbab. semoga istiqomah ya…

————–
btw, Tugas Asyik, apa kabarmu?
baik2 saja, aman terkendali. tidak ada masalah.
ya iya, lha wong belom dikerjain. semangat ya ndhuk
:P

Musim hujan

Di Bandung, setiap hari hampir selalu turun hujan. Dingin…

Untuk petani di daerah tandus, hujan benar-benar membawa kebahagiaan karena itu artinya mereka bisa memulai menanamkan harapan di ladangnya. Untuk sebagian yang lain, hujan cukup bikin ribet soalnya cucian ga ada yang kering, dan sepatu basah tiap sore. Kalo di daerah rawan banjir, musim hujan berarti peningkatan kewaspadaan karena banjir bisa saja tiba-tiba datang. Buatku? Musim hujan artinya: mari membeli payung (halah). Entahlah, tampaknya aku ga akur dengan benda yang satu ini. Payung yang aku habiskan(hilangkan/rusakkan) selama di Bandung entah sudah berapa. Bahkan dua kali aku dapet hadiah payung, dan tetap tidak bertahan lama.

Kejutan di Pagi Hari

Kemarin pagi, aku dikasih kejutan yang bener2 mengejutkan. Aku dinobatkan sebagai calon korban pencopetan di Kopaja 19! Modus operandinya gini :
Pelaku yang berpakaian rapi ikut berdesak-desakan saat penumpang bersiap-siap akan turun. Mengalihkan perhatian korban dengan berpura-pura membersihkan bagian belakang baju korban, “mbak, mbak itu kotor bajunya.” sambil narik-narik baju (Nyebelin!). Saat korban lengah, komplotannya berusaha membuka resleting tas korban (saat itu korban belum menyadarinya). Saat korban akan turun, suasananya cukup kacau dan memang terasa ada yang menarik tasnya. Dan akhirnya…

Alhamdulillah aku bisa turun dengan selamat dan baru nyadar dgn kejadian aneh itu setelah diberi tahu seorang mbak, “itu pencopet td mbak, liat tasnya dah kebuka kan?ada yang ilang ga?”
Bener aja, setengah resleting tasku dah kebuka dan tempat pensilnya nongol keluar. Setelah dicek, alhamdulillah ga ada yang ilang.

Kakiku lemes, deg-degan, takut, sebel…
Itu paginya, tapi sorenya pas perjalanan pulang tiba-tiba jadi sedih dan pengen nangis.

Apakah ga ada cara lain yg lebih baik untuk bertahan hidup?
Memang kehidupan semakin sulit, tapi mengapa harus berpikiran sebegitu sempitnya?
Semoga dunia makin ramah dan nyaman, hingga setiap penghuninya dapat melakukan perjalanan dengan indah menuju tujuan akhir yang abadi
.

Jadi keinget kata-kata favorit ratih :”semua pasti ada hikmahnya…

Lebih hati-hati ya…