Archive for the ‘hikmah’ Tag
Kejutan di Pagi Hari
Kemarin pagi, aku dikasih kejutan yang bener2 mengejutkan. Aku dinobatkan sebagai calon korban pencopetan di Kopaja 19! Modus operandinya gini :
Pelaku yang berpakaian rapi ikut berdesak-desakan saat penumpang bersiap-siap akan turun. Mengalihkan perhatian korban dengan berpura-pura membersihkan bagian belakang baju korban, “mbak, mbak itu kotor bajunya.” sambil narik-narik baju (Nyebelin!). Saat korban lengah, komplotannya berusaha membuka resleting tas korban (saat itu korban belum menyadarinya). Saat korban akan turun, suasananya cukup kacau dan memang terasa ada yang menarik tasnya. Dan akhirnya…
Alhamdulillah aku bisa turun dengan selamat dan baru nyadar dgn kejadian aneh itu setelah diberi tahu seorang mbak, “itu pencopet td mbak, liat tasnya dah kebuka kan?ada yang ilang ga?”
Bener aja, setengah resleting tasku dah kebuka dan tempat pensilnya nongol keluar. Setelah dicek, alhamdulillah ga ada yang ilang.
Kakiku lemes, deg-degan, takut, sebel…
Itu paginya, tapi sorenya pas perjalanan pulang tiba-tiba jadi sedih dan pengen nangis.
Apakah ga ada cara lain yg lebih baik untuk bertahan hidup?
Memang kehidupan semakin sulit, tapi mengapa harus berpikiran sebegitu sempitnya?
Semoga dunia makin ramah dan nyaman, hingga setiap penghuninya dapat melakukan perjalanan dengan indah menuju tujuan akhir yang abadi.
Jadi keinget kata-kata favorit ratih :”semua pasti ada hikmahnya…“
Lebih hati-hati ya…
Kenapa anak kecil ga mau diem?
Lari ke sana, lari ke sini
Minta ini, minta itu
Tanya : “ini kenapa?”, tanya : “itu apa?”
Ketawa lalu nangis, eh terus ketawa lagi
Nyoba ini, nyoba itu, dan ga kapok2 walau terluka, kepanasan, kotor, kegores, jatuh, atau dimarahin.
Cerita tentang dunia khayalannya, temen sekolahnya, buku yg baru dibacanya, …
dan dia bener2 diem hanya saat tidur.
setelah memperhatikan keponakanku yg ga mau diem, dan aku bingung :”ga cape y?” jadi malu, masak sama anak kecil aja kalah…
Bintang di surga…
Amplop lecek yang kamu berikan itu dihiasi tulisan tangan (sepertinya tulisanmu):
Nyungken(minta) sumbangan ti Ibu/Bapak kanggo(untuk) biaya sakola. Semoga bantuan Ibu/Bapak di bales ku Alloh SWT. Hatur nuhun.
Ah, ini kan jam sekolah bagimu. Mungkin kamu masuk siang, pikirku. Ato jangan-jangan, sekolah mengeluarkanmu karena menunggak SPP sekian lama. Entahlah… Yang paling penting, aku berharap kamu masih bisa menikmati masa-masa sekolah bersama teman-teman sebayamu. Berlari, bermain di lapangan sekolah saat istirahat tiba, bukan berlari-lari di jalan yang ramai demi sekeping uang receh.
Terimakasih atas pertemuan itu. Kamu mengingatkanku bahwa sudah sepantasnya aku bersyukur atas semua kemudahan dalam hidupku. Dan tentunya tetap bersemangat sampai titik terakhirku, seperti dirimu yang selalu berusaha mempertahankan hidup dengan keringat dan kelelahanmu.
Dan temanmu pun bernyanyi dengan gitar kecilnya:
Bagai bintang di surga…
Mungkin, memang bagai bintang di surga cita-citamu untuk bersekolah dg nyaman. Tapi aku yakin, akan selalu ada balasannya bagi dirimu yang selalu berusaha.
Comments (19)
Comments (6)
Comments (9)