Archive for the ‘buku’ Tag

Untukmu, keseribu kalinya

The Kite Runner adalah novel perdana dari penulis kelahiran Afghanistan, Khaled Hosseini. Novel ini menggambarkan suasana Afghanistan sebelum Rusia menginvasi negara tersebut pada tahun 1979 hingga jatuhnya kekuasaan rezim Taliban. Ceritanya mengisahkan tokoh Amir, yang dalam novel ini bertindak sebagai narator. Di masa kecilnya, Amir tinggal bersama ayah yang dipanggilnya Baba dan pelayannya, Ali, serta putra Ali, Hassan, yang juga menjadi sahabatnya. Namun, suatu peristiwa di turnamen layang-layang mengubah semuanya. Kepengecutan Amir mengalahkan kesetiaan Hassan kepadanya.

Gaya bahasa dalam novel ini mampu mengaduk-aduk emosi pembaca: cemas, sedih, bahagia, takut. Tema yang diangkat merupakan kisah mengenai kehidupan manusia yang tidak lepas dari cinta, kehormatan, pengkhianatan, ketakutan, pengabdian, dan penebusan. Bagian yang paling menarik adalah saat Amir mengetahui sebuah rahasia besar dari sahabat ayahnya, (Rahim Khan) yang membuatnya semakin merasa bersalah dengan semua kepengecutan yang dimilikinya. Namun, terbongkarnya rahasia itu mampu memberinya semangat untuk kembali menuju jalan kebaikan.

Kekacauan pada rezim Taliban, kesengsaraan rakyat Afghan, dan porak-porandanya infrastruktur distrik di Kabul dan sekitarnya terungkap dengan baik dalam buku ini. Satu hal lagi yang menarik, kita dapat mengambil pelajaran bahwa penegakan hukum Islam memang harus dimulai oleh kesiapan masyarakat. Tentunya dengan metode yang elegan dan memanusiakan.

Yang paling aku suka, kalimat Hassan sebagai bukti kesetiaannya kepada Amir: “untukmu, keseribu kalinya”. Omong-omong tentang setia, kok namaku disebut-sebut ya :P -ga nyambung-
Eh, hubungan judulnya (The Kite Runner) sama isinya apa?? Penasaran? Mending baca aja… ;) Oya, novel ini juga dibikin film dan berhasil meraih berbagai penghargaan internasional.

Makasih buat K’Wahyudi atas bukunya.

Khadijah, The True Love Story of Muhammad

Akhirnya kesampean juga beli plus baca buku ini. Buat yang pengen tau buku macam apa ini, ato masih ragu pengen baca ato nggak, ini kilasannya… semoga membantu :)

Kalo dilihat dari judul dan warna covernya yang pink banget, mungkin akan banyak yang mengira isinya adalah kisah cinta romantis antara Rasulullah dengan Siti Khadijjah. Sebenarnya, membaca buku ini seperti membaca kembali sirah nabawiyah dalam gaya tulisan yang berbeda. Kalo biasanya, sirah dimulai dari kelahiran Rasul sampai wafatnya sedangkan buku ini bercerita dimulai dari asal usul Siti Khadijah, sampai beliau wafat. Alurnya maju mundur, dan cukup sering membuat pengulangan di beberapa penggalan kisah untuk memberi penekanan di sana.

Dalam setiap bab, penulis biasanya menyertakan syair-syair yang dibuat oleh para shahabat, pembesar quraisy, paman Rasulullah (Abu Thalib), dsb. Kisah yang murni tentang Khadijah ga terlalu banyak, kecuali di bab awal dan bab terakhir yang isinya memang 100% bercerita tentang kisah hidup dan keistimewaan beliau. Tapi bagi saya, itu sudah cukup membuat malu dan… apa ya? intinya, beliau keren banget deh! ^_^

Mungkin selama ini, kita (saya lebih tepatnya) sering merasa bahwa kehidupan Rasulullah, Siti Khadijah dan para shahabat sangat melangit. Terlalu ideal, jauh dari permasalahan kekinian, dan lain sebagainya. Membaca buku ini, saya jadi tau: “ooo, ternyata Siti Khadijah pernah resah karena belum juga dikarunai seorang putra, Fatimah dan Ali pernah berantem lalu didamaikan oleh Rasul…” Ya, bumbu-bumbu kehidupan itu tidak menjadikan mereka lemah dan berlama-lama berada di sana, namun sebaliknya membuat mereka semakin kuat untuk memperjuangkan kebenaran Islam. Subhanallah…