Gadis Kecil di Depan Pintu Warung
Sudah dua kali aku melihatnya saat sedang berjalan di daerah Dago. Di depan pintu sebuah warung, ia duduk. Sepertinya ia adalah putri kesayangan pemilik warung. Usianya sekitar lima atau enam tahun. Rambutnya hitam, tergerai indah. Matanya bening, memancarkan ketulusan.
Pertama kali melihatnya, ia sedang sarapan disuapi seorang wanita, mungkin ibunya. Tadi pagi, aku melihatnya lagi. Ia tidak sedang sarapan, hanya duduk-duduk saja di depan warung. Satu hal yang tidak hilang darinya, senyum tulus yang selalu menghiasi wajahnya sambil menatap ke arahku, seakan ia menyapa, “Selamat pagi, Kak…”
Ingin aku benar-benar membalas sapaannya, “Selamat pagi, Dik.. Terimakasih, telah mengajarkanku bersedekah di pagi hari”. Ya, bukan sekedar menganggukkan kepala dan tersenyum kecil.
15 comments so far
Leave a reply

luar biasa Allah memberi suguhan kisah anak manusia. dalam senyuman itu ada inspirasi untuk menghidupkan hati. belajar dari kehidupan alam, akan menambah cinta terhadap hidup…, trims atas kunjungannya yang tak mengenal bosan.
karena cinta itu energi jiwa http://www.muhtarfatony.com/?p=248
ko, gw senyum sendiri ya baca post ini
salam kenal, gw juga anak Batagor ko…
makasih ya, postingnya ngebuat gw inget..
inget sama sodara di sekitar
anakmu nov?
mulai kapan kamu punya warung terus jualan?
wew kok ga cerita-cerita…
hmm…terus gimana mba Nov…?
@salam kenal
senyum itu ibadah,…
senyum nya meluluh kan hati si anak kecil itu x
benakku melayang dari ambon ke bandung seolah-olah ingin menyapa anak kecil di depan pintu warung itu..
menakjubkan..
salam kenal dari muhamaze
@muhtarfatony
terimakasih atas kunjungan baliknya…
@inoex135
masa’ belum tau sih?
@keluargakicot
hmm, apanya yang gimana ya? ^_^
@JANGAN DIBACA
salam kenal juga…
@muhamaze
salam kenal juga, silakan berkunjung ke bandung
Terimakasih “sedekah” informasinya, bagus lho… buat kita-kita, jadi sumber inspirai. Allah SWT pernah bilang bahwa alam semesta ini adalah lautan ilmu, mari kita ambil, termasuk dari anak kecil sekalipun.
Untuk berbagi informasi silahkan mampir ke “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com
senang ya melihat orang senyum…
kalo kata temen saya mah : senyum dan tularkan
tapi gak harus dengan niat menularkan pun, orang yang senyum sudah menularkan kebahagiaan buat orang lain, entah itu yang dia senyumi, atau yang nggak sengaja menangkap senyumannya.
oi bingung mama.. aq kan terus senyum.. kok ga pernah blg terima kasih kw? kkkk
hmm… senyum anak kecil itu polos dan berasal dari hati, hingga senyuman itu akan langsung ditangkap oleh hati org2 yang melihatnya, termasuk nopi… hmm… pasti anak itu lucu banget ya..
belajar dr hal kecil, semakin membuat diri ini semakin merasa kecil, hingga yang ada adalah bagaimana membuat diri ini lebih baik…
@Aristiono Nugroho
Terimakasih atas kunjungannya…
@Laila
yup, yg penting tulus pasti nyampe ke hati yg melihatnya
@ramski
terimakasih
@imoy
kalo diriku ya moy, saat udah besar (atau tua?) kayak gini sulit rasanya senyum setulus anak kecil itu
salam kenal
nice blog …
http://firman.web.id
Salam KEnal…
@dafitawon & accan
salam kenal juga