Archive for January, 2009|Monthly archive page

Gadis Kecil di Depan Pintu Warung

Sudah dua kali aku melihatnya saat sedang berjalan di daerah Dago. Di depan pintu sebuah warung, ia duduk. Sepertinya ia adalah putri kesayangan pemilik warung. Usianya sekitar lima atau enam tahun. Rambutnya hitam, tergerai indah. Matanya bening, memancarkan ketulusan.

Pertama kali melihatnya, ia sedang sarapan disuapi seorang wanita, mungkin ibunya. Tadi pagi, aku melihatnya lagi. Ia tidak sedang sarapan, hanya duduk-duduk saja di depan warung. Satu hal yang tidak hilang darinya, senyum tulus yang selalu menghiasi wajahnya sambil menatap ke arahku, seakan ia menyapa, “Selamat pagi, Kak…”

Ingin aku benar-benar membalas sapaannya, “Selamat pagi, Dik.. Terimakasih, telah mengajarkanku bersedekah di pagi hari”. Ya, bukan sekedar menganggukkan kepala dan tersenyum kecil.

Mari Pulang

Dalam perjalanan kali ini, ada saja kejadian sederhana yang ditemui. Pulang pergi naik kereta api, asyiknya… Meski liburan cukup panjang, gerbongnya tidak terlalu penuh. Saat pulang, kursi tepat di depan kami ternyata kosong. Sampai di stasiun pertama, masih kosong. Enaknya sih diputar, bisa untuk meluruskan kaki. Lumayan, 15 jam. Tapi,

Nggak usah diputar ya, bukan hak kita.

katanya. Thanks.

Bagaimana dengan hak mereka di sana?