Menilai
Seorang guru pernah bilang bahwa memberi nilai adalah pekerjaan yang paling tidak disukainya. Agak tidak nyaman memang, menjadi penentu langkah seseorang. Setelah kupikir-pikir dan kurasa-rasa, guru yang sedang memberi nilai kepada muridnya sebenarnya sedang memberi nilai kepada dirinya sendiri. Apa yang diberi itulah yang diterima. Harus lebih optimal dalam memberi nih. Tapi jangan seperti lilin yang membakar diri demi menyinari sekitarnya atau seperti teko yang terus2an dituang tanpa diisi ulang.
Satu lagi, di balik (bersama) kesulitan ada kemudahan. Sungguh, di balik (bersama) kesulitan ada kemudahan. Tau kok, itu pasti. Tapi ya gitu, sering lupa (ato ga yakin?).
5 comments so far
Leave a reply

jadi guru,,, itu cita2 ku waktu SMA
Jadi matahari aja Noj. Kalo siang dia begitu benderang. Kalo malam cahyanya tetap benderang, terpantul lewat rembulan.
Makanya, menilai itu relatif. Susah2 gampang menjadi guru itu… hiks!
@fani
sekarang cita2mu apa nie?
panas donk kalo jadi matahari
@bang Aswi
iya Bang, susah2 gampang. tetep aja, ga bisa 100% objektif dlm menilai.
hmmm hmm… aslm nopi… kumaha damang? on terus di blog… guru… masih tetep pengen nih jadi guru…
wa’alaikumsalam.. alhamdulillah damang moy..
jadi guru yuk..