Berhenti sejenak

Rutinitas, kesibukan, dkk kadang membawa kehampaan dan membuatku bertanya: “he, lagi ngapain sih aku ini?” Sangat mungkin, aku telah mengalami disorientasi (halah), menjadikan sarana-sarana yang ada sebagai tujuan akhir, jadinya lupa: sebenarnya aku mau ke mana.

Kemarin, aku memilih untuk berhenti sejenak sembari melakukan hal-hal di luar rutinitas. Mengevaluasi dan memastikan bahwa jalan yang kutempuh tidak salah. Merenung dalam perjalanan antarkota (kembali belajar tentang hakikat hidup), menemani adik mengerjakan PR-nya, dan tentu saja berbagi cerita dengan mereka yang telah beberapa waktu tidak kutemui.

Sepintas, memang seperti lari dari kenyataan. Semoga saja bukan pembenaran. Seharusnya, hari ini ada niat yang lebih baik untuk memulai kembali. Bismillahirrahmaanirrahiim. Semangat kawan!

9 Comments so far

  1. taufik on February 27, 2008

    setuju bgt, malah ‘berhenti sejenak’ lebih tepat disebut ‘meluruskan kembali’,bukan berarti diam kn? sering juga mengalami hal ini..”loh kok aku melakukan ini, buat apa?apa niatnya sudah bener?tujuan bener?sudah ikhlas?dll?
    bner evaluasi teh kudu pisan..
    yu kita memulai lg dgn Bismillahirrahmaanirrahiim..smangat! ^^

    mau ngulang penekanan kalimat:
    “mungkin aku telah mengalami dis-orientasi, menjadikan sarana-sarana yang ada sebagai tujuan akhir”,
    “Mengevaluasi dan memastikan bahwa jalan yang kutempuh tidak salah”

    jzkl ya nov, tulisan2nya mengingatkan :)

  2. nie on February 27, 2008

    berhenti sejenak bukan untuk istirahat selamanya. tapi mengisi tenaga untuk melompat lebih tinggi. sepakat?!!

  3. Riska on February 28, 2008

    pengen berhenti sejenak,,, tapi banyak mimpi yg rasanya tak sabar utk diwujudkan,,, ga sempet menunggu, bahkan utk sejenak sekalipun..

    *apaan sih ka…?*
    :p

  4. Gandhi on February 29, 2008

    SETUJU! Sumpah keren nih postingan! Speechless. :(
    baca ini sepertinya selagi berkca pada diri. mau kemana saya? NAh lho? kamu mau kemana vie? mau ke tasik kan nemenin ade ngerjain PR? hi8x…

  5. arif on March 2, 2008

    aku lagi gak semangat :((
    desperate…..

  6. Indz on March 3, 2008

    Berhenti sejenak? Kmrn aq ud, tp berhenti krn lg sakit,hehe. Ckp bnyk merenung jg jdnya.
    @ka:mengejar apa ni?hati2 kalo ga bs nge-rem,diistrhtin dl mesinnya..hehe.
    @n0v:minggu ini libur pnjg tu dr tgl 7-10maret. Mw pulang k tasik lg?atw mw mulai ngebut lg?

  7. novi on March 3, 2008

    @k taufik
    iya kak, bukan berarti diam. lebih ke mengevaluasi diri kali ya :)

    @nie
    sepakat nie… tetap saling mendoakan ya sist…

    @Riska
    apaan sih ka?

    @Gandhi
    saya… mau ke…

    @K’ Arif
    semoga segera dikembalikan semangatnya itu.

    @indz
    yap, salah satu hikmah sakit :P waw, jadi pembalap kita, hahaha…

  8. irma on March 3, 2008

    Kyaaa… akhirnya ngeBlog dan jalan- jalan ke Blog orang setelah ‘menepi’ sejenak, yah samalah kaya nopi, “berhenti sejenak”. Sepakat mpi, terkadang kita kudu mengalokasikan [ada kata lain ga?] waktu untuk merenung, menengok sejenak ke sisi yang mungkin terlupakan.. rehat, mengevaluasi sejauh mana kita melangkah, jangan- jangan cuma jalan ditempat [duh gw banget, Ayo TA melangkah lagi dunk, jangan jalan ditempat:-(:-D]

    Kayak anak panah, mundur selangkah untuk melesat lebih jauh!

  9. bangzenk on March 5, 2008

    @irma
    ya, boleh lah.. asal jangan kayak tari poco-poco :D (seperti kata mbak mega)

    @novi
    berhenti sejenak itu bagusnya juga dirutinkan.. biar nuansa ibadahnya ada, hehehe.. dan baiknya malah ditulis (ini mah cerita lama, tp bertahan sampe sekarang).

    alhamdulillah, masih bisa jalan2 ke Bandung gini.. meski hanya lewat Blog..

    salamhangat sadayana..

Leave a reply