Archive for February, 2008|Monthly archive page
Berhenti sejenak
Rutinitas, kesibukan, dkk kadang membawa kehampaan dan membuatku bertanya: “he, lagi ngapain sih aku ini?” Sangat mungkin, aku telah mengalami disorientasi (halah), menjadikan sarana-sarana yang ada sebagai tujuan akhir, jadinya lupa: sebenarnya aku mau ke mana.
Kemarin, aku memilih untuk berhenti sejenak sembari melakukan hal-hal di luar rutinitas. Mengevaluasi dan memastikan bahwa jalan yang kutempuh tidak salah. Merenung dalam perjalanan antarkota (kembali belajar tentang hakikat hidup), menemani adik mengerjakan PR-nya, dan tentu saja berbagi cerita dengan mereka yang telah beberapa waktu tidak kutemui.
Sepintas, memang seperti lari dari kenyataan. Semoga saja bukan pembenaran. Seharusnya, hari ini ada niat yang lebih baik untuk memulai kembali. Bismillahirrahmaanirrahiim. Semangat kawan!
Ada sebungkus rokok di tasku
Iya, di tasku ada sebungkus rokok *-M*ld lengkap dengan koreknya. Segitu stressnya kah aku sampe punya kebiasaan aneh: jadi seorang perokok? Tenang… aku bukan orang yang suka mencari-cari pembenaran utk diijinkan merokok dengan alasan: “ah, saya kan lagi banyak pikiran, wajar donk kalo saya merokok..” ato beribu-ribu alasan lainnya yang tidak akan pernah(mau) kumengerti. Terus, dari mana rokok itu berasal? Hehehe, sebenernya rokok itu hasil razia yang aku lakukan waktu ketemu dengan salah seorang sodaraku.
“Mas, aku ambil ya rokoknya.”
“Mo diapain?”
“Dibuang.”
“Ambil aja, itu juga dikasih orang.”
Untung sodaraku yang satu ini bukan perokok tulen. Entah gimana ceritanya kalo kondisinya berbeda.
Terimakasih, Guruku!
Satu file foto bisa bercerita tentang banyak kenangan. Tawa, canda, kejutan, tangis, penghormatan, pengorbanan, pengertian dan harapan.

Satu syair lagu bisa menghadirkan banyak wajah yang telah berjasa mengantarkanku sampai di titik ini, dan mungkin sampai pada titik-titik di masa depan.
pagiku cerahku matahari bersinar
kugendong tas merahku di pundak
slamat pagi semua
kunantikan dirimu di depan kelasmu menantikan kami
guruku tersayang guru tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal
guruku terimakasihku
nyatanya diriku kadang buatmu marah
namun segala maaf kau berikan
AFI Junior, Terimakasih Guruku!
Comments (10)
Comments (13)
Comments (11)