Archive for August, 2007|Monthly archive page

Memberi dan Menerima

Sudah lama tak menulis di blog. Menulis adalah memberi, sedangkan membaca adalah menerima. Itu definisi kasarku. Ya,,, mungkin salah satu penyebab aku malas menulis adalah karena aku jarang membaca. Saat kita menuang teko yang tidak pernah diisi, jangan harap akan ada setetes air yang keluar dari dalamnya.

Satu lagi tentang memberi dan menerima :
Ukhuwah adalah inisiatif, bukan menunggu. Persahabatan adalah tangan di atas, bukan tangan di bawah. Ukhuwah adalah memberi, bukan menerima.

meski sulit…

Tasikku, Tasikmu

Alhamdulillah, setelah hampir 2,5 bulan ga pulang, akhirnya aku diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di kota Tasik tercinta. Yup, tentunya dengan niatan utama : menunaikan salah satu bentuk birrul walidain (aamiin). Pas masuk perbatasan kota Tasik, rasanya gimana gitu… bahagia, terharu, seneng… hehehe.

Ternyata di sini juga lagi musim kampanye Pilkada. Pemilu di Kota Santri, kudu jadi conto demokrasi. Itu salah satu kalimat yang aku baca. Tasik, kota santri . Sebuah predikat yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Berat sih, tapi insyAllah bisa. Saat melalui jalan-jalan itu, aku lihat makin banyak proyek pembangunan di sana-sini. Jalan lingkar kota, pusat-pusat perbelanjaan,… Sebaliknya, sawah-sawah hijau makin berkurang. Itu konsekuensi.

Aku sangat berharap kehidupan di kota ini lebih bergairah. Yup, untuk mengurangi angka urbanisasi, pengangguran, kemiskinan, kejahatan, dan kemacetan di kota-kota besar kayak Bandung dan Jakarta, perekonomian di daerah memang harus tangguh. Kalo nggak, ya orang2nya kabur deh (kayak aku, hehehe…).

Tau kain bordir kan? itulah salah satu andalan Tasikmalaya. Sekarang malah udah terkenal yg namanya bordir komputer. Jadi, mesin bordirnya bisa jalan otomatis ngikutin pola yang udah didesain pake komputer. Hasilnya lebih rapi dan halus. Kalo dari segi pariwisatanya, salah satu yang marak akhir-akhir ini adalah Kolam Pemancingan. Yup, di Tasik memang banyak banget kolam ikan air tawar.

Kreativitas dan kerja keras. Itulah yang diperlukan untuk membangun kota ini sehingga bisa bertahan dengan segala potensi kebaikan yang dimilikinya. Aamiin.